Minggu, 02 Maret 2014

Teori belajar Piaget



Teori Paget mempunyai nama lengkap Jean Piaget, lahir di Swiss tepatnya di Neuchatel pada tahun 1896. Piaget merupakan salah satu pioner konstruktivis, ia berpendapat bahwa anak membangun sendiri pengetahuannya dari pengalamannya sendiri dengan lingkungan. Dalam pandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan, perkembangan  kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya.
Menurut Piaget dalam Bambang Warsita (2008) perkembangan kognitif merupakan suatu genetika yaitu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis yaitu perkembangan sistem syaraf. Dengan bertambahnya umur maka susunan syaraf seseorang akan semakin kompleks dan ini memungkinkan kemampuannya meningkat. Oleh karena itu proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya. Seseorang tidak dapat mempelajari sesuatu diluar kemampuan kognitifnya. Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator dan buku sebagai pemberi informasi.  Kecenderungan anak-anak SD beranjak dari hal-hal yang konkrit, memandang sesuatu kebutuhan secara terpadu. Berdasarkan keceenderungan diatas maka, belajar adalah suatu proses yang aktif, konstruktif, berorientasi pada tujuan, semuanya bergantung pada aktifitas mental peserta didik.
Dalam perkembangan intelektual ada tiga hal penting yang menjadi perhatian Piaget yaitu struktur, isi dan fungsi.
a.      Aspek struktur
Ada hubungan fungsional antara tindakan fisik, tindakan mental dan perkembangan berfikir logis anak-anak. Tindakan tindakan menuju pada perkembangan operasi-operasi, dan selanjutnya menuju pada perkembangan struktur-struktur. Struktur ynag juga di sebut skemata atau juga biasa disebut dengan konsep, merupankan organisasi mental tingkat tinggi. Struktur intelektual terbentuk pada individu waktu ia perlu interaksi dengan lingkungannya. Strktur yang terbentuk lebih memudahkan individu menghadapi tuntutan yang makin meningkat dari linkungannya. Dengan  diperolehnya suatu sekemata berarti teklah terjadi suatu perubahan dalam perkembangan intlektual anak.

b.      Aspek isi
Yang  dimaksud isi disini ialah pola prilaku anak khas yng tercermin pada respon yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau situasi yang di hadapinya. Perhatian piaget tertuju pada isi pikiran anak, misalnya perubahan anak dalam kemampuan penalaran semenjak kecil hingga besar, konsepsi anak tentang alam sekitarnya yaitu pohon-pohon, Matahari, bulan dan konsepsi anak tentang beberapa peristiwa alam seperti bergeraknya awan dan sungai. Kemudian perhatian di tujukan lebih dalam lagi yaitu analisis proses-proses yang melandasi dan menentukan isi pikiran anak itu.

c.       Aspek fungsi
Fungsi adalah cara yang di gunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Perkembangan intelektual didasrkan pada 2 fungsi yaitu organisasi dan adaptasi. Organisasi memberikan organisme kemampuan untuk mensistimatikkan atau mengorganisasikan proses-proses fisik atau proses-proses psikologis menjadi sistem yag teratur dan berhubungan. Dengan organisasi, struktur fisik dan struktur psikologis diintegrasikan menjadi struktur tingkat tinggi. Fungsi ke dua yang melandasi perkembangan intelektual adalah adaptasi. Semua organisme lahir dengan kecendrungan untuk menyesuaikan diri atau beradaptsi pada lingkungan. Cara adaptasi ini berbaeda antar organisme yang satu dengan organisme yang lainnya. Adaptasi terhadap lingkungan di lakukan melalui dua peroses yaitu asimilasi dan akomodasi. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan stuktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang di hadapi dalam lingkungannya. Dalam proses akomodasi seseorang memrlukan modifikasi struktur mental yang ada dalam mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan
Piaget mengasumsikan bahwa perkembangan intelektual anak melewati empat urutan perkembangan.Urutan tahap-tahap ini tetap bagi setiap orang, akan tetapi urutan perkembangan itu berlangsung pada kecepatan yang berbeda pada setiap anak. Keempat tahap yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a.    Tahap sensorimotor : umur 0-2 tahun.
Pada tahap sensorimotor, intelegensi anak lebih didasarkan pada tindakan inderawi anak terhadap lingkungannya, seperti melihat, meraba, menjamak, mendengar, membau dan lain-lain.
b.     Tahap Pra operasional : umur 2-7 tahun.
Tahap pra operasional ini dapat dibedakan atas dua bagian. Pertama, tahap pra konseptual (2-4 tahun), dimana representasi suatu objek dinyatakan dengan bahasa, gambar dan permainan khayalan.
Kedua, tahap intuitif (4-7 tahun). Pada tahap ini representasi suatu objek didasarkan pada persepsi pengalaman sendiri, tidak kepada penalaran.
c.    Tahap operasi kongkret : umur 7-11/12 tahun.
Tahap operasi konkret (concrete operations) dicirikan dengan perkembangan sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu yang logis. Anak sudah memperkembangkan operasi-oprasi logis. Operasi itu bersifat reversible, artinya dapat dimengerti dalam dua arah, yaitu suatu pemikiran yang dapat dikemblikan kepada awalnya lagi. Tahap opersi konkret dapat ditandai dengan adanya sistem operasi berdasarkan apa-apa yang kelihatan nyata/konkrit.
d.   Tahap operasi formal: umur 11/12 ke atas.
Tahap operasi formal (formal operations) merupakan tahap terakhir dalam perkembangan kognitif menurut Piaget. Pada  tahap ini, seorang remaja sudah dapat berpikir logis, berpikir dengan pemikiran teoritis formal berdasarkan proposisi-proposisi dan hipotesis, dan dapat mengambil kesimpulan lepas dari apa yang dapat diamati saat itu. Cara berpikir yang abstrak mulai dimengerti. Sifat pokok tahap operasi formal adalah pemikiran deduktif hipotesis, induktif saintifik, dan abstrak reflektif.

Tahap
Perkiraan Usia
Ciri Khusus
Sensori Motor
0 – 2 tahun
Kecerdasan motorik (gerak) dunia (benda) yang ada adalah yang tampak tidak ada bahasa pada tahap awal
Pra-Operasional
2 – 7 tahun
Pe   Perkembangan bahasa sangat pesat
b)   Bersifat egosentris
c)   Berpikir irreversibel (tdk dpt diubah)
Cenderung berpikir memusat
Konkret Operasional
7 – 11 atau 12 tahun
Dapat melakukan konservasi logika tentang kelas dan hubungan pengetahuan tentang angka berpikir terkait dengan yang nyata
Be   Berpikir  reversibel
b)   Mampu mengklasifikasi
c)   Mampu melakukan operasi: +, -, x, :
Memahami prinsip konservasi: jumlah, volume, luas, berat, dan sebagainya
Formal Operasional
11/ 12 tahun ke atas
Pemikiran yang sudah lengkap Pemikiran yang proporsional Kemampuan untuk mengatasi hipotesis Perkembangan idealisme yang kuat
M    Mampu mengidentifikasi dan mengendalikan variabel
c     Mampu berpikir reflektif

Faktor-faktor yang menunjang perkembangan intelektual
a.      Kedewasaan
Perkembangan sistem sraf sentral otak koordinasi motorik dan manifestsi fisik lainnya mempengaruhi perkembangan kognitif.
b.      Pengalaman  fisik
Intraksi dengan linkungan fisik digunakan anak untuk mengabstrak berbagai sifat fisik dar benda-benda. Sebagai contoh bila anak menempatkan benda di air dan menemukan benda tersebut terapung dalam air, maka ia sudah terlibat dalam peroses abstrak sederhana atau empiris.
c.       Pengalaman logika/matematik
Bila anak mengamati benda-benda, selain pengalaman fisik ada pula pengelaman lain yang di alami anak itu, yaitu waktu ia membangun mengkonstruksi hubungan-hubungan antar objek-objek. Contoh; anak yang sederhana menghitung beberapa kelereng yang di milikinya dan ia menemuka 10 konsep. Konsep 10 bukannya suatu sifat dari kelereng-kekerng itu malainkan suatu konstruksi dai pikiran anak itu.
d.      Transmisi sosial
Pengetahuan yang dipeoleh dari penglamam fisik di abstraksi dari benda-benda fisik. Dalam hal ini, pengetahuan itu datang dari orang lain. Pengaruh bahasa intruksi formal dan membaca begitu pula intralsi denga teman-teman dan orang dewasa termasuk faktor transmisi sosial dan memegang peranan dalam perkembangan intelektual anak.
e.       Ekuilibrasi atau pengaturan sendiri
Kemampuan untuk mencapai kembali kesetimbangan selam periode ketidakseimbangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar