Kamis, 16 Januari 2014

Prinsip-Prinsip dan Strategi Penilaian Kelas



Prinsip-Prinsip dan Strategi Penilaian Kelas
1.      Pengertian Penilaian Otentik
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih khusus lagi adalah proses pembelajaran yang terjadi di kelas. Implikasi diterapkannya standar kompetensi dalam proses penilaian yang dilakukan oleh  guru  baik yang bersifat formatif maupun sumatif harus menggunakan acuan kriteria. Untuk itu dalam menerapkan standar kompetensi guru harus:
a.       Mengembangkan matrik kompetensi belajaryang menjamin pengalaman belajar yang terarah
b.      Mengembangkan penilaian otentik berkelanjutan yang menjamin pencapaian dan penguasaan materi.
Penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagaiteknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.
Prinsip-prinsip penilaian otentik adalah sebagai berikut:
a.       Proses penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan .dari proses belajar
b.      Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata bukan masalah dunia sekolah
c.       Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar
d.      Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif dan psikomotor)



2.      Tujuan Penilaian Kelas
Tujuan dilaksanakannya penilaian kelas oleh seorang guru hendaknya diarahkan pada empat tujuan berikut:
a.      Penelusuran (keeping track)
Yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran anak didik tetap sesuai dengan rencana. Guru mengumpulkan informasi sepanjang semester dan tahun pelajaran melalui berbagai bentuk penilaian kelas agar memperoleh gambaran tentang pencapaian kompetensi oleh siswa.
b.      Pengecekan (checking up)
Yaitu untuk mengecek adakah kelemahan-kelemahan yang dialami anak didik dalam proses pembelajaran. Melalui penilaian kelas guru melakukan pengecekan kemampuan atau kompetensi apa yang siswa telah kuasai dan apa yangbelum dikuasai.
c.    Pencarian (finding out)
Yaitu untuk mencaridan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran. Guru harus selalu menganalisis dan merefleksi hasil penilaian kelas dan mencari hal-hal yang menyebabkan proses pembelajaran tidak berjalan efektif.
d.      Penyimpulan (summing up)
Yaitu untuk menyimpulkan apakah anak didik telah menguasai seluruh kompetensi yang ditretapkan dalam kurikulum atau belum. Penyimpulan sangat penting khususnya sangat guru diminta melaporkan hasil kemajuan belajar anak kepada orang tua, sekolah atau pihak lain contohnya nilai rapot.

3.      Fungsi Penilaian Kelas
Penilaian kelas yang disusun secara berencana dan sistematis oleh guru memiliki beberapa fungsi yaitu :
a.      Fungsi motivasi
Penilaian yang dilakukan oleh guru di kelas harus mendorong motivasi siswa untuk belajar. Bentuk latihan,tugas dan ulangan harus dirancang sedemikian rupa sehingga siswa terdorong untuk terus belajar dan merasa kegiatan tersebut menyenangkan dan menjadi kebutuhannya. Jika siswa merasa ada hal-hal yang belum di kuasai ia terdorong untuk mempelajarinya lagi.
b.      Fungsi belajar tuntas
Penilaian di kelas harus diarahkan untuk memantau ketuntasan belajar siswa. Ketuntasan belajar harus menjadi fokus dalam perancangan materi yang harus dicakup setiap guru melakukan penilaian. Jika suatu kemampuan belum dikuasai siswa, penilaian harus terus dilakukan untuk mengetahui apakah semua atau sebagian siswa telah menguasai kemampuan tersebut.
c.       Fungsi sebagai indikator efektivitas pengajaran
Penilaian kelas dapat digunakan untuk melihat seberapa jauh proses belajar mengajar telah berhasil. Apabila guru menemukan hanya sebagian siswa yang menguasai kemampuan yang ditargetkan, guru perlu melakukan analisis dan refleksi mengapa hal ini terjadi dan apa tindakan yang harus guru lakukan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran.
d.      Fungsi umpan balik
Hasil penilaian harus dianalisis oleh guru sebagai umpan balik bagi siswa dan guru itu sendiri. Umpan balik hasil penilaian harus bermanfaat bagi siswa agar siswa mengetahui kelemahan yang dialaminya dalam mencapai kemampuan yang diharapkan dan siswa diminta melakukan latiha atau pengayaan yang dianggap perlu baik sebagai tugas individu maupun kelompok. Dalam hal-hal tertentu hasil penilaian juga dapat mendorong dan membantu ketercapaian target penguasaan kemampuan yang telah ditetapkan.

4.      Prinsip Penilaian Kelas
a.      Mengacu ke kemampuan
Penilaian kelas perlu disusun dan dirancang untuk mengukur apakah siswa telah menguasai kemampuan sesuai taerget yang ditetapkan dalam kurikulum.
b.      Berkelanjutan (berkesinambungan)
Penilaian harus merupakan proses yang berkelanjutan dalam rangkaian rencana mengajar guru selama satu semester dan tahun ajaran.

c.       Didaktis
Alat yang digunakan untuk menilai harus dirancang baik isi, format, maupun tata letak dan tampilannya agar siswa menyenangi dan menikmati kegiatan penilaian. Perancangan bahan penilaian yang kreatif dan menarik dapat menimbulkan rasa keingintahuan siswa lebih dalam dan mendorong belajar lebih kuat dan antusias.
d.      Menggali informasi
Penilaian kelas yang baik harus memberi informasi yang cukup bagi guru untuk mengambil keputusan dan umpan balik. Pemilihan metode, teknik dan alat penilaian yang tepat sangatmenentukan jenis informasi yang ingin digali dari proses penilaian kelas.
e.       Melihat yang benar dan salah
Guru hendaknya melakukan analisi terhadap hasil penilaian dan kerja siswa secara seksama untuk melihat adanya kesalahan yang secara umum terjadi pada siswa sekaligus melihat hal-hal positif yang diberikan siswa.

5.      Prosedur dan Metode Penilaian
Penilaian yang baik mensyaratkan adanya keterkaitan langsung dengan aktivitas proses belajar mengajar (PBM). Sedangkan PBM akan berjalan efektif apabila didukung oleh penilaian kelas yang efektif oleh guru. Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Kegiatan penilaian harus dipahami sebagai kegiatan untuk mengefektifkan proses belajar mengajar agar sesuai dengan apa yang diharapkan.

 







Dalam siklus pembelajaran hal pertama yang harus dilakukan guru adalah menyusun rencana mengajar.hal-hal yang perlu dipertimbangkan meliputi rincian kompetensi yang harus dicapai siswa, cakupan dan kedalaman materi, indikator pencapaian kompetensi, pengalaman belajar yang harus dialami siswa, persyaratan sarana belajar yang diperlukan dan metode serta prosedur untuk menilai ketercapaian kompetensi. Setelah rencana mengajar tersusun dengan baik gurumelakukan kegiatan belajar mengajar sesuai rencana tersebut. Hal yang paling penting diperhatikan dalam PBM adalah interaksi yang efektif antara guru, siswa dan sumber belajar lainnya untuk mengetahui ketercapaian kompetensi guru melakukan penilaian secara terarah dan terprogram. Agar tujuan penilaian tercapai guru harus menggunakan berbagai metode dan teknik penilaian yang beragam sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik pengalaman belajar yang dilaluinya. Di antara metode yang dimaksud adalah penilaian tertulis, tes praktek, penilaian produk, penilaian proyek, peta perkembangan, evaluasi diri siswa, penilaian efektif dan portofolio. Portofolio siswa menggambarkan secara menyeluruh tentang proses dan pencapaian belajar siswa pada kurun waktu tertentu. Portofolio sangat berguna karena memberikan informasi secara terperinci tentang perkembangan belajar anak dan aspek psikososialnya. Penilaian kelas harus merupakan bagian integral dari keseluruhan proses belajar mengajar agar tujuan dan fungsi penilaian lebih berdaya guna bagi perbaikan belajar anak berbagai metode dan teknik harus digunakan dalam melakukan penilaian kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar