Senin, 31 Desember 2012

PERCOBAAN PENGAMATAN BRYOPHYTA



KEGIATAN 1
PENGAMATAN BRYOPHYTA

I.                   TUJUAN
Untuk mengklasifikasikan tumbuhan lumut. 

II.                LANDASAN TEORI
Menurut Bagod Sudjadi dan Siti Laila (2007) Tumbuhan lumut dapat kita jumpai di berbagai tempat. Mulai dari daerah Kutub Utara (Arktika) melintasi daerah tropis hingga ke daerah Kutub Selatan. Di hutan, lumut sering kali ditemukan membentuk lantai dasar hutan atau menempel pada pohon. Bahkan, lumut juga dapat ditemukan menempel pada tembok, sumur, dan permukaan batu bata di sekitar lingkungan kita. Meskipun lumut menyukai tempat yang lembab, tumbuhan tersebut dapat juga hidup di daerah gurun, lumpur, dan sungai.






                 Ciri-ciri Lumut
a.       Lumut umumnya berukuran kecil, tingginya kurang dari 2 cm, meskipun ada juga lumut yang tingginya mencapi setengah meter. Ukuran tubuh demikian ada kaitannya dengan ketiadaan jaringan pengangkut yang efisien.
b.      Lumut tidak memiliki sistem pembuluh khusus untuk mengangkut air dan mineral organik.
c.       Proses pendistribusian air bejalan lambat yaitu secara difusi.
d.      Lumut tidak memilki akar, batang, dan daun yang sebenarnya. Memilki strukur tubuh yang menyerupai akar, batang, dan daun.
e.       Lumut memiliki rizoid sebagai pengganti akar. Struktur rizoid menyerupai bulu-bulu akar.
f.       Lumut menempel pada substrat dan menyerap air serta mineral dari dalam tanah.
                        Sistem Organ Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifit maka hutan demikian disebut hutan lumut.
                        Sistem organ lumut adalah sebagai berikut :
a.       Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
b.      Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:
1)      Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid.
2)      Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum.



c.       Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius).
d.      Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :- Vaginula (kaki) – Seta (tangkai) – Apofisis (ujung seta yang melebar) – Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.
e.       Bryophyta mempunyai bentuk badan seperti daun.
f.       Tiada kutikel berlilin dan batang tiada berkas vaskular.
g.      Gametofit mempunyai struktur berfilamen seperti akar yang disebut rizoid.
h.      Rizoid melekatkan tumbuhan kepada batuan atau substrat yang lain. Rizoid bukan akar sebenarnya, hanya selebar satu sel dan tiada jidal akar.
            Perkembangan dan Pertumbuhan Tumbuhan Lumut menurut Sri Maryati (2007)
Pada umumnya tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dalam hidupnya, yaitu antara fase vegetatif dan fase generatif.
Fase vegetatif dikenal sebagai generasi sporofit, yaitu fase yang menghasilkan spora. Sedangkan fase generatif disebut sebagai fase  gametofit, yaitu fase yang menghasilkan sel kelamin (gamet). Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur pelindung lainnya. Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan dan betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada tanaman berbeda (dioceous). Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan dua set kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit. Selanjutnya pembelahan zigot membentuk sporofit dewasa yang terdiri dari kaki sebagai pelekat pada gametofit, seta atau tangkai dan kapsul (sporangium) di bagian ujungnya. Kapsul merupakan tempat dihasilkannya spora melalui meiosis. Setelah spora masak dan dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup telah lengkap.
               Siklus Tumbuhan Lumut









Skema Daur Hidup Tumbuhan Lumut










Berdasarkan skema daur hidup lumut, jelas tampak bahwa adanya fase sporofit didahului fase gametofit atau sebaliknya. Kedua fase itu terjadi secara bergantian. Peristiwa semacam itu disebut pergantian keturunan (generasi) atau metagenesis.
Klasifikasi Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut dikelompokkan dalam tiga kelas yaitu :
a.       Lumut Hati (Hepatophyta)
Lumut hati merupakan tumbuhan kecil yang berbentuk lembaran. Lumut hati tidak memilki akar, batang, dan daun yang sebenarnya sehingga disebut juga tumbuhan talus. Struktur talus pada lumut hati dikenal dengan istilah lobus. Habitat lumut hati di daerah pegunungan, di tanah, tepi sungai, di tempat yang lembab yang terlindung dari cahaya matahari.
Contoh: Marchantia








                                                           Marchantia
b.      Lumut Daun atau Lumut Sejati (Musci)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Habitat di tempat lembab (dinding/tanah). Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.

                       




                                               
c.       Lumut Tanduk (Anthocerophyta)
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Lumut tanduk dapat ditemukan di sepanjang pinggir sungai, danau, atau selokan Contohnya adalah Anthoceros leavis.







Peranan Tumbuhan Lumut
a.       Sebagai vegetasi perintis
Kemampuan adaptasi lumut lebih baik dibandingkan tumbuhan berpembuluh. Lumut dapat tumbuh pada dinding batu atau celah-celah karang. Tumbuhan tersebut dapat mengubah struktur batu atau karang menjadi lapisan tanah sebagai tempat tumbuh bagi makhluk hidup lainnya. Itulah sebabnya, tumbuhan lumut dikatakan sebagai vegetasi perintis.
b.      Menyerap dan menahan air hujan
Lumut sangat berperan dalam menyerap dan menahan air hujan. Artinya, umbuhan lumut dapat mencegah terjadinya banjir pada musim hujan, dan mampu menyediakan air pada usim kemarau.
c.       Memiliki nilai komersial
Beberapa jenis lumut memiliki nilai komersial, seperti Sphagnum memiliki kemampuan menyerap air yang sangat besar sehingga sering digunakan di kebun untuk memperbaiki kemampuan tanah dalam menahan air. Pada beberapa daerah yang tanahnya bersifat asam atau lembap, sisa-sisa Sphagnum akan menumpuk tanpa mengalami pelapukan. Tumpukan lumu tersebut disebut peat yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Sphagnum yang telah dibersihkan dapat juga diolah menjadi bahan pengganti kapas. Selain itu jenis Marchantia polymorpha diduga dapat dijadikan sebagai obat hepatitis (radang hati).
III.             ALAT DAN BAHAN
·         Berbagai macam lumut
·         Alat tulis
IV.             CARA KERJA
1.      Siapkan peralatan dan berbagai macam lumut.
2.      Amati dan klasifikasikan tumbuhan lumut sesuai dengan kelasnya.
3.      Tulis hasil pengamatan dan gambarlah tumbuhan lumut sesuai dengan kelasnya.
V.                HASIL PENGAMATAN
Lumut daun
Lumut Hati
Klasifikasi lumut daun
Regnum                 : Plantae
Division                 : Bryophyta
Kelas                     : Bryopsida
Ordo                     : Bryopceales
Family                   : Bryopceae
Genus                    : Bryopsida
Spesies                  : Bryopsida sp
·         Lumut daun juga disebut lumut sejati. Bentuk tubuhnya berupa tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid), batang dan daun.
·         Tumbuhan tersusun dari sumbu (batang), daun, dan rizoid multiseluler. Daun tersusun dalam 3 sampai 8 baris. Daun mempunyai rusuk (simetri radial). Sumbu batang pada lumut daun biasanya menunjukkan diferensiasi menjadi epidermis korteks, dan silinder pusat. Alat kelamin tubuh pada bagian ujung batang, sporogonium terdiri dari kaki, tangkai dan kapsul. Gigi peristoma terdapat satu atau dua deret melingkari lubang diujung kapsul.
·         lumut ini dipercaya bisa digunakan sebagai bahan obat


Klasifikasi lumut hati
Regnum                 : Plantae
Division                 : Hepaticophyta
Kelas                     : Hepaticosida
Ordo                     : Hepaticoceales
Family                   : Hepaticoceae
Genus                    : Hepaticopsida
Spesies                  : Hepaticopsida sp
·         Lumut hati banyak ditemukan menempel di bebatuan, tanah, atau dinding tua yang lembab. Bentuk tubuhnya berupa lembaran mirip bentuk hati dan banyak lekukan. Tubuhnya memiliki struktur yang menyerupai akar, batang, dan daun. Hal ini menyebabkan banyak yang menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan Thallophyta menuju Cormophyta. Lumut hati beranggota lebih dari 6000 spesies.
·         ubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun.
VI.             PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan pada tumbuhan lumut yang tersedia, diketahui bahwa Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta. Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (serupa akar).
Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas.
VII.          KESIMPULAN
Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta.


Klasifikasi lumut daun
Regnum                 : Plantae
Division                 : Bryophyta
Kelas                     : Bryopsida
Ordo                     : Bryopceales
Family                   : Bryopceae
Genus                    : Bryopsida
Spesies                  : Bryopsida sp
Klasifikasi lumut hati
Regnum           : Plantae
Division           : Hepaticophyta
Kelas               : Hepaticosida
Ordo                : Hepaticoceales
Family             : Hepaticoceae
Genus              : Hepaticopsida
Spesies            : Hepaticopsida sp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar